Insyaa Allah

inilah gambar yang menurut saya perlu dikoreksi

Tulislah “insyaa Allah” bukan “inshaa Allah”.

Beberapa kali saya melihat status atau postingan para netizen di media sosial mengenai gambar atas nama Dr. Zakir Naik tentang penulisan kata yang benar “insyaa Allah” atau “in shaa Allah”.Penggalan gambar dari postingan itu saya tampilkan kembali dalam blog ini (gbr 1.) untuk sekedar mengingatkan kita akan mana yang menjadi masalah dari gambar tersebut.


Penulisan kata tersebut sering kita tulis, baik di media social seperti FB, BBM, Twiter, Instagram, Line, WA, SMS dan lain-lain. Ada keresahan muncul ketika membaca pesan tersebut, sehingga saya kemudian melakukan penelusuran dan pengecekan secara langsung dalam Kitab Yang Agung Al Qur’anul Karim.

Berulang kai saya mencari kata-kata Insya Allah dalam Alquran beserta maknanya, dan dari pencarian itu, kemudian saya menemukan kosa kata “insyaa Allah” dalam 6 surah dan 7 ayat. Ke 6 surah dan 7 ayat tersebut adalah:

1. QS. Al Baqarah : 70
2. QS. Al Kahfi : 24 dan 69
3. QS. Al Fath : 27
4. QS. Yusuf : 99
5. QS. Al Qashash : 27
6. QS. Ash Shaaffaat : 102


Dalam surah dan ayat tersebut semuanya tertulis yg dalam bahasa Arab dengan menggunakan huruf شا (Sya) dan bukan صا (Sha).   Ingat, pengucapan 1 huruf dengan makhraj yang berbeda dalam bahasa Arab bisa memberikan arti yang berbeda pula…. misalnya :

شا (Sya) dengan صا (Sha)

خ (kha) dengan ح (ha)

ق (qa) dengan ك (ka)

ز (dza) dengan ج (ja)

ض (dha) dengan د (da)

pengucapannya mirip tp maknanya sangat berbeda.

contoh penggunaannya dalam sebuah kata
khattab (khatib/ pembaca Khutbah) dengan hattab (kayu akar)
Qul = katakanlah dan kul (makanlah)
misalnya
Qul huwallahu ahad = katakanlah Allah Yang Esa

kul huwallahu ahad = makanlah Allah yang Esa

(cek di QS. Al Ikhlas)

Pengucapan Insya Allah dalam Alquran dengan sangat jelas kita bisa jumpai menggunakan menggunakan شا (Sya) bukan  صا (Sha) jadi pengucapannya harus “sya dan bukan (sha) sehingga bukan “inshaa Allah” tapi Insyaa Allah”.


Kemudian saya pun membuka Al Qur’an dan Terjemahannya, semua kata “insyaa Allah” di terjemahkan menjadi ”jika Allah menghendaki” atau “dengan izin Allah”. Selanjutnya saya membuka Tafsir Imam Ibnu Katsir juga kata “insyaa Allah” diterjemahkan ”jika Allah menghendaki” atau “dengan izin Allah”.  saya belum menemukan arti dari kata In Shaa Allah”

 

Insyaa Allah

Koreksi pengucapan Insya Allah yang benar

Sekali lagi, untuk membuktikan kebenaran tersebut, saya ikuti pertanyaan teman yang bertanya ditujukan kepada Ustadz Ilham Jaya, LC, M.Hi (Kandidat Doktor) alumni dari Universitas Islam Madina (guru tan saya) dan beliau menyatakan bahwa yg benar adalah “insyaa Allah”. Sebagaimana yang terdapat dalam Al Qur’an dan bukan “inshaa Allah”.
Akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa postingan gambar tersebut kemungkinan dilakukan oleh pihak tertentu yang ingin mengacaukan aqidah umat islam dengan mengatasnamakan Dr. Zakir Naik karena Dr. Zakir Naik memang salah satu tokoh islam yang keras terhadap orang-orang kafir.

Jadi kepada keluarga dan saudaraku seiman, ikutilah Al Qur’an Kitab yang dijamin oleh Allah kebenaran dan kesuciannya, jangan mengikuti berita yang tidak jelas sumbernya… Tulislah “insyaa Allah” bukan “inshaa Allah”.

Wallahu a’lam

Iklan
Komentar
  1. […] Hati-hati dengan penyesatan di Sosial Media dan dunia maya pada umumnya…. Tulislah “Insyaa Allah” atau “In Shaa Allah”. […]

  2. Wardana berkata:

    Dan sebaiknya bila menggunakan bahasa indonesia, insyaallah di gunakan huruf InsyaAllah, apalagi kalau ejaannya dipisah menjadi Insya Allah. Sekedar usul…

  3. Hadin berkata:

    Shaa dan sya cm perbedaan literasi bhs inggris dr bahasa yg penceramah gunakan.. Sedangkan yg sy pahami adalah adanya penggabungan nun dan syin yg brarti menciptakan.. Harusnya di pisah penulisannya.. Menjadi in sya (indonesia) atau in sha(bhs inggris) yg artinya lbh benar yakni menghendaki

  4. Mata Mata berkata:

    Belum tentu yang nulis itu dr Zakir Naik… Bisa aja dia difitnah…

  5. Ana berkata:

    Hal-hal seperti ini memang perlu di klarifikasi, agar dapat di ketahui kebenarannya. Apakah Insya Allah / Inshaa Allah. Jadi kita sebagai umat muslim tidak perlu lagi terkecoh hal-hal semacam ini. Namun, jika kita ragu / masih salah tetap harus di benarkan.

  6. Arbani berkata:

    Salah penapsiran biasa terjadi, namun bila kita sudah mengetahuinya perlu kita ubah / kita sampaikan pula pada orang lain. Kata Insyaa Allah dan In Shaa Allah jelas lah berbeda, karena memiliki artian yang tidak sama.

    https://polldaddy.com/js/rating/rating.js

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s