Archive for the ‘Biologi’ Category


Pulau uta adalah salah satu pulau tak berpenghuni yang ada di Kabupaten Halmahera Tengah, Propinsi Maluku Utara, Indonesia.  Pulau ini secara geografis terletak di 0000’23’’ – 0001’23’’  LU dan  129037’29’’ -129038’18’’ BT. Ukuran pulaunya memang sangat kecil, tapi potensinya sangat luar biasa.  Dengan statusnya sebagai pulau tak berpenghuni dan kaya pohon kelapa, maka pulau ini menjadi habitat yang aman bagi kehidupan kepiting kelapa.

Lihat selengkapnya di link berikut ini :

Pesona Pulau Uta dalam Gambar dengan Birgus latro-nya.


1. Stout infantfish  (Ikan Terkecil di Dunia)

ikan terkecil di duniaIkan Stout infantfish adalah hewan bertulang belakang (vertebrata) terkecil di dunia. Sejenis ikan kerdil yang bernama latin Stout infantfish ditetapkan sebagai hewan bertulang belakang paling mungil dan paling ringan sedunia. Ikan yang hidup di sekitar perairan Great Barrier Reef, Australia, ini panjangnya hanya 7 milimeter.. (lebih…)

Morfologi Gastropoda

Posted: 3 Juni 2011 by Zalfa' Aqilah in Biologi
Tag:, , , , ,

Intro
Salah satu kelas dari molluska yang bernilai ekonomis penting adalah gastropoda. Secara umum, kelas Gastropoda merupakan kelas terbesar dari Mollusca lebih dari 60.000 sampai 80.00 spesies yang telah teridentifikasi dan 15.000 diantaranya dapat dilihat dalam bentuk fosilnya. selengkapnya klik di sini


siput mata bulan

siput batu laga

Turbo marmoratus umumnya dikenal sebagai Turban sorban marmer, Turban shell hijau, atau siput hijau atau di Maluku dikenal dengan nama Siput Batu Laga. Ini adalah siput laut dari famili Turbinidae yang besar, dengan tempurung tebal dan operkulum besar mengkilat yang menutup pintu belakang ketika hewan masuk ke dalam shell (cangkang) untuk keamanan dari pemangsa atau ketika merasa terganggu. Selain itu, cangkang dari marmer juga digunakan sebagai nacre dan di beberapa tempat opercula telah digunakan sebagai pemberat kertas. lengkapnya di sini


Sistem Saraf Otot Krustasea

saraf ototSemua hewan menghadapi tantangan yang sama dalam gerakan pengendalian lingkungan mereka. Sistem saraf pusat harus aktif dan mengontrol secara efektif serat otot untuk mampu bertingkah laku. Untuk otot multi fungsional, tipe serat otot harus diaktifkan secara selektif berdasarkan tugas perilaku. Dalam arthropoda yang memiliki beberapa motor neuron, tidak susah dimgerti bagaimana menyelesaikan aktivasi sistem saraf secara selektif.

Dalam tulisan ini digunakan sistem neuromuskuler dari kepiting yang berjalan untuk mencari tahu penjelasan yang rinci tentang hubungan antara pola gerakan saraf dan kontraksi otot yang dihasilkan, menekankan bagaimana menggunakan otot-otot dengan karakteristik fisiologi yang berbeda dalam berjalan. Kepiting menggunakan sejumlah kecil neuron motor yang membuat sistem model mereka menarik untuk diselidiki bagaimana gerakan perilaku sistem kontrol saraf.

selanjutnya



SIKLUS HIDUP KETAM KELAPA (Birgus latro)

Supyan.
SDP. IPB / UNKHAIR Ternate.
2011.

Selama siklus hidupnya Kepiting kelapa memiliki dua habitat yaitu di darat dan laut. Proses kopulasi, masa inkubasi sampai matang telur berlangsung didarat, sedangkan masa penetasan telur sampai telur menjadi burayak hidup sebagai planktonik yang hidup bebas di laut kemudia setelah dewasa kembali ke daratan.

birgus

Fase setelah telur baru menetas disebut fase zoea.  Fase ini biasanya berlangsung sekitar 30 hari yang terdiri dari lima tahap. Tiap-tiap tahap akan mengalami perubahan bentuk dan ukuran.  Tahap zoea pertama berlangsung 5- 6 hari setelah telur mentas dan pergantian ke tahap zoea kedua terjadi pada hari ke empat. Tahap zoea kedua berlangsung sekitar 3 – 15 hari dari kehidupan larva dan selesai dalam waktu 10 hari.  Lamanya tahap zoea ketiga ini umumnya 8-9 hari.  Pergantian ke tahap keempat dimulai pada hari ke 15 dari kehidupan larva sampai kira-kira hari ke 24.  Burayak biasanya mengalami pergantian kulit pada hari ke 18 – 20 dan terjadi sangat aktif. Setelah selesai berganti kulit, Zoea memasuki tahap keempat dan lamanya tahap ini berkisar antara 6 – 12 hari.  Ketika usia sekitar 30 hari, fase Zoea akan segera beralih ke fase pos larva atau “Glaucothoe”.

selengkapnya


MORFOLOGI IKAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN PERGERAKANNYA DALAM AIR

Supyan (2011)

Bagian-bagian Tubuh Ikan.

Pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat dan diingat dalam mempelajari jenis-jenis ikan. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan. Sebelum kita mengenal bentuk-bentuk tubuh ikan yang bisa menunjukkan dimana habitat ikan tersebut, ada baiknya kita mengenal bagian-bagian tubuh ikan secara keseluruhan beserta ukuran-ukuran yang digunakan dalam identifikasi. Ukuran tubuh ikan. Ukuran standar yang dipakai dapat dilihat pada Gambar

Selengkapnya

Aspek Biologi Ikan Baung

Posted: 1 Mei 2011 by Zalfa' Aqilah in Biologi, Perikanan dan Kelautan
Tag:, , ,

file doc

ASPEK BIOLOGIS

Pola Kebiasaan Makanan

Berdasarkan makanannya secara garis besar ikan dapat digolongkan menjadi herbivora, karnivora, dan omnivora. Akan tetapi, dalam kenyataannya banyak sekali terjadi tumpang tindih (overlap) yang disebabkan oleh keadaan habitat ikan itu hidup.hemibagrus Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam hubungan ini diantaranya faktor penyebaran organisme sebagai makanan ikan, faktor ketersediaan makanan, faktor pilihan dari ikan itu sendiri serta faktor-faktor fisik yang mempengaruhi perairan (Effendie, 2002 dalam Siregar dkk 2007). Selengkapnya